KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI DAN ASPEK-ASPEK GEOMORFOLOGI







 







Oleh :
FADILLAH BUDJANG
471 417 011

Dosen Pengampu :
                                              Intan Noviantari Manyoe, S.Si., M.T


PROGRAM STUDI S1 TEKNIK GEOLOGI
JURUSAN ILMU TEKNOLOGI KEBUMIAN 
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
GORONTALO
2018







KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI DAN ASPEK-ASPEK GEOMORFOLOGI


A.  KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
"Geomorfologi adalah ilmu yang bersangkutan dengan memahami bentuk permukaan bumi dan proses yang dengannya bentuknya, baik pada masa sekarang
maupun di masa lalu. Ahli geomorfologi Inggris dilibatkan dalam penelitian tentang proses pelapukan dan erosi, transportasi sedimen dan endapan, karakterisasi bentang alam dan bahan yang menjadi bahannya ". atau Ilmu yang menguraikan tentang bentuk bumi, dengan sasaran utama relief permukaan bumi. Zuidam dan Cancelado (1979, 1985)

 "Geomorfologi adalah studi yang menjelaskan bentuk bentang alam dan proses yang mengatur formasi mereka, dan menyelidiki keterkaitan bentuk dan proses ini, dan pengaturan khusus mereka". Verstappen, H.Th. (1983)

"Geomorfologi dapat didefinisikan sebagai 'ilmu pengetahuan' yang membahas bentuk lahan yang membentuk permukaan bumi, baik di atas maupun di bawah permukaan laut dan menekankan asal usul dan perkembangan masa depan mereka, serta konteks lingkungannya". Katili John, 1959

"Geomorfologi adalah ilmu yang bentuk-bentuk muka bumi yang terjadi karena kekuatan-kekuatan yang bekerja di atas dan di dalam bumi". Cook dan Doomkamp, ​​1978

 "Geomorfologi adalah ilmu yang mengkaji tentang bentuk lahan, khususnya  mengenai sifat, asal proses, proses-proses perkembangan, dan komposisi materialnya".

1)      Proses geomorfik yang bekerja pada masa geologi juga bekerja sekarang, walaupun tidak selalu dengan intensitas yang sama, sehingga dikenal dengan istilah; The present is the key to the past.
2)      Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk lahan, dan struktur geologi dicerminkan oleh bentuk lahannya.
3)      Proses geomorfologi meninggalkan berkas tertentu pada bentuk lahan, dan setiap proses geomorfologi yang bekerja meninggalkan karakteristik tertentu pada bentuk lahannya.
4)      Karena perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan urutan bentuk lahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada masing-masing tahap perkembangan.
5)      Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum dibanding dengan evolusi evolusi geomorfik yang sedrhana.
6)      Sebagian kecil bentuk lahan di permukaan bumi lebih tua dari Tersier dan lebih muda dari pleisteson.
7)      Studi bentang lahan yang ada sekarang tidak akan berhasil baik jika tidak memperhatikan perubahan-perubahan geologi dan iklim pada masa pleisteson.
8)      Apresiasi iklim dunia diperlukan untuk mengetahui berbagai variasi pentingnya perbedaan proses geomorfologi.
9)      Walaupun geomorfologi menekankan bentukan yang ada sekarang, namun untuk mengetahui secara mendalam perlu dipelajari sejarah pembentukan bentuk lahan tersebut. (Thombury, 1954)


B.  ASPEK-ASPEK GEOMORFOLOGI
Objek utama kajian geomorfologi adalah BENTUK LAHAN, permukaan bumi, baik morfografi (pemerian atau desktiptif), maupun morfometri (kuantitatif atau ukuran). MORFOPROSES, yang mengkaji berbagai proses geomorfologis yang mengakibatkan perubahan bentuklahan (morfogenesis), baik oleh tenaga endogen maupun eksogen. MORFOKRONOLOGI, yang mengkaji masalah evolusi pertumbuhan bentuklahan, urutan, dan umur pembentukannya, kaitannya dengan proses yang bekerja padanya. MORFOARANSEMEN, yang mengkaji hubungan geomorfologi dengan lingkungannya (hubungan bentuklahan dengan unsur bentanglahan lainnya, seperti: batuan, tanah, air, vegetasi, dan penggunaan lahan).

1.    Aspek Morfologi
a)    Morfometri yaitu Aspek ukuran dan bentuk unsur-unsur penyusun bentuk lahan
b)   Morfografi yaitu merupakan susunan dan objek alami yang ada dipermukaan bumi sesuai dengan proses pembentukannya

2.    Aspek Morfogenesa
Asal usul bentuk lahan dan perkembangannya sehingga menghasilkan konfigurasi
permukaan bumi yang berbeda-beda

3.    Aspek Morfokronologi
Urutan bentuk lahan yang ada dipermukaan bumi sebagai hasil proses geomorfologis sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan urutan umur bentuk lahan

4.    Aspek Morfo-Asosiasi
Kaitan antara bentuk lahan satu dengan yang lain dalam susunan keruangan/sebarannya di permukaan bumi. Ini sangat penting karena pembentukan lahan di permukaan bumi ditentukan oleh berbagai faktor seperti topografi, bahan, iklim, organisme, vegetasi, dan waktu.






Komentar